Wednesday, May 11, 2011

Jatuh bangun dalam bisnes.

May 12, 2011 | 12.01 Pagi. Meja Kerja dirumah. Assalamualaikum. Malam ni agak tenang. Isteri dan anak aku dah lama tido. Entah kemana mereka bermimpi. Anak aku sudah pastilah mengimbau peristiwa peristiwa seharian dia di Tadika siang tadi. Isteri aku mungkin dok ingatkan kerja office nya yang melambak lagi tak siap. Dan aku...

Mula menaip sesuatu, sesuatu yang akan menjamin masa depan aku. Untuk pengetahuan korang semua, kadang kadang tu aku rasa macam nak tutup jer gerai nasi ayam hajiman ni. Dengan masaalah masaalah yang mendatang, seolah olah mahu menguji daya tahan mental aku. Aku betul betul sakit bila memikirkan hal ini.

Abang aku seakan akan mahu lari. Mungkin ini yang dikatakan cabaran dalam perniagaan. Namun bila aku pikir sejenak, tidak ada satu sebab pun aku harus berundur, perjuangan baru bermula. Aku seakan akan kena panahan yang maha hebat, sehinggakan aku merasakan kekecewaan yang amat sangat.Kecewa yang membawa aku kearah kematian jiwa.

Seperti aku katakan tadi, perjalanan baru bermula, setelah solat sunat dan memohon petunjuk dari Maha Kuasa, Allah. Aku pulih dari perasaan takut itu. Perjuang baru bermula, aku harus lakukan sesuatu, jika tidak aku akan menyesal seumur hidup aku.

Deangan semangat dan jiwa baru ini, aku akan melakukan sesuatu perubahan pada menu dan cara aku membuat promosi. Aku baru selesai berbincang dengan abang aku untuk menambah menu dan cara promosi.

Untuk Jun nanti kami akan menawarkan sesuatu yang pastinya akan menarik minat semua pelanggan. Tapi apa yang pasti, kami tidak akan melakukan potongan harga. Ianya amat berisiko. Di tambah pula dengan sikap kerajaan sekarang yang suka menaikkan harga bahan mentah seperti gula, ayam dan lain lain lagi.

Kini hanya terdapat tiga cawangan yang masih beroperasi melibatkkan 6 orang tenaga kerja. Aku berharap kami akan mampu bangun untuk pertahankan dengan apa yang kami ada.

Bila aku tengok restoran baru saban hari tutup/bungkus membuatkan aku risau sangat. Hehehe. Insyaalah, Allah akn tolong kita. Jangan tanya aku macam mana Allah akan tolong... Dia pasti akan tolong.

Ok lah cukup setakat ini dulu, coretan aku malam ni,

Jumpa lagio malam esok, insyaalah. Alfatihah.

End 12.25 pagi.

Tuesday, May 10, 2011

Akad Dalam Perniagaan.

May 10, 2011. | 3.23pm. Meja Kerja aku. Asas perniagaan adalah menjual sesuatu barang untuk mendapatkan keuntungan. Antara yang terlibat dalam sesuatu perniagaan adalah pembeli dan pengguna. Namun diantara kedua duanya mestilah mempunyai barang untuk didagangkan. Barang yang didagangkan mestilah kena dengan apa yang pengguna mahu. Ketiga tiga perkara ini mestilah ada hubungkait.

Di dalam Islam, penjualan tampa barang dianggap Riba. Apabila berlakunya proses jual beli, "akat" yang jelas mesti dilakukan.

DEFINISI & RUKUN AKAD / PERJANJIAN / KESEPAKATAN

Secara bahasa, akad atau perjanjian itu digunakan untuk banyak erti, yang keseluruhannya kembali kepada bentuk ikatan atau penghubungan terhadap dua hal.

Sementara akad menurut istilah adalah keterikatan keinginan diri dengan keinginan orang lain dengan cara yang memunculkan adanya komitmen tertentu yang disyariatkan.

Terkadang kata akad dalam istilah dipergunakan dalam pe-ngertian umum, yakni sesuatu yang diikatkan seseorang bagi diri-nya sendiri atau bagi orang lain dengan kata harus. Di antaranya adalah firman Allah yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad kalian.”

Jual beli dan sejenisnya adalah akad atau perjanjian/kesepakatan. Setiap hal yang diharuskan seseorang atas dirinya sendiri baik berupa nadzar, sumpah dan sejenisnya, disebut sebagai akad.

RUKUN-RUKUN AKAD/PERJANJIAN

Akad memiliki tiga rukun: Adanya dua orang atau lebih yang saling terikat dengan akad, adanya sesuatu yang diikat dengan akad, serta pengucapan akad/perjanjian tersebut.

1. Dua Pihak atau lebih yang Saling Terikat Dengan Akad

Dua orang atau lebih yang terikat dengan akad ini adalah dua orang atau lebih yang secara langsung terlibat dalam per-janjian. Kedua belah pihak dipersyaratkan harus memiliki kemam-puan yang cukup untuk mengikuti proses perjanjian, sehingga perjanjian atau akad tersebut dianggap sah. Kemampuan tersebut terbukti dengan beberapa hal berikut:

Pertama: Kemampuan membedakan yang baik dan yang buruk. Yakni apabila pihak-pihak tersebut sudah berakal lagi baligh dan tidak dalam keadaan tercekal. Orang yang tercekal karena dianggap idiot atau bangkrut total, tidak sah melakukan perjanjian.

Kedua: Pilihan. Tidak sah akad yang dilakukan orang di bawah paksaan, kalau paksaan itu terbukti. Misalnya orang yang berhutang dan butuh pengalihan hutangnya, atau orang yang bangkrut, lalu dipaksa untuk menjual barangnya untuk menutupi hutangnya.

Kemudian ketiga, akad itu dapat dianggap berlaku (jadi total) bila tidak memiliki pengandaian yang disebut khiyar (hak pilih). Seperti khiyar syarath (hak pilih menetapkan persyaratan), khiyar ar-ru’yah (hak pilih dalam melihat) dan sejenisnya. Nanti akan dijelaskan secara rinci.

2. Sesuatu yang Diikat Dengan Akad

Yakni barang yang dijual dalam akad jual beli, atau sesuatu yang disewakan dalam akad sewa dan sejenisnya. Dalam hal itu juga ada beberapa persyaratan sehingga akad tersebut dianggap sah, yakni sebagai berikut:

· Barang tersebut harus suci atau meskipun terkena najis, bisa dibersihkan. Oleh sebab itu, akad usaha ini tidak bisa diber-lakukan pada benda najis secara dzati, seperti bangkai. Atau benda yang terkena najis namun tidak mungkin dihilangkan najisnya, seperti cuka, susu dan benda cair sejenis yang terkena najis. Namun kalau mungkin dibersihkan, boleh-boleh saja.

· Barang tersebut harus bisa digunakan dengan cara yang disyariatkan. Karena fungsi legal dari satu komoditi menjadi dasar nilai dan harga komoditi tersebut. Segala komoditi yang tidak berguna seperti barang-barang rongsokan yang tidak dapat dimanfaatkan. (Yang perlu diingat di sini, bahwa satu barang dikatakan bermanfaat atau tidak, itu bisa berubah melalui perkembangan zaman. Sampah misalnya, dahulu dianggap sebagai barang rongsokan yang tidak dapat dimanfaatkan. Namun dalam kehidupan modern kita sekarang ini, sampah dapat digunakan dalam produksi pupuk dan sejenisnya. Maka komoditi ini tidak lagi dianggap sebagai barang rongsokan) Atau bermanfaat tetapi untuk hal-hal yang diharamkan, seperti minuman keras dan sejenisnya, semuanya itu tidak dapat diperjualbelikan.

· Komoditi harus bisa diserahterimakan. Tidak sah menjual barang yang tidak ada, atau ada tapi tidak bisa diserahterimakan. Karena yang demikian itu termasuk menyamarkan harga, dan itu dilarang.

· Barang yang dijual harus merupakan milik sempurna dari orang yang melakukan penjualan. Barang yang tidak bisa dimiliki tidak sah diperjualbelikan.

· Harus diketahui wujudnya oleh orang yang melakukan akad jual beli bila merupakan barang-barang yang dijual lang-sung. Dan harus diketahui ukuran, jenis dan kriterianya apabila barang-barang itu berada dalam kepemilikan namun tidak berada di lokasi transaksi. Bila barang-barang itu dijual langsung, harus diketahui wujudnya, seperti mobil tertentu atau rumah tertentu dan sejenisnya. Namun kalau barang-barang itu hanya dalam kepemilikan seperti jual beli sekarang ini dalam akad jual beli as-Salm, di mana seorang pelanggan membeli barang yang diberi gambaran dan dalam kepemilikan penjual, maka disyaratkan ha-rus diketahui ukuran, jenis dan kriterianya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ أَسْلَمَ فَلْيُسْلِمْ فيِ كَيْلٍ مَعْلُوْمٍ وَوَزْنٍ مَعْلُوْمٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُوْمٍ

“Barangsiapa yang melakukan jual beli as-Salm hendaknya ia memesannya dalam satu takaran atau timbangan serta dalam batas waktu yang jelas.”

Nanti akan dijelaskan secara rinci. Kepastian akad tersebut ditentukan oleh tidak adanya hal yang menyebabkan munculnya pilihan lain, seperti terlihatnya cacat barang dan sejenisnya.

3. Pengucapan akad

Yang dimaksudkan dengan pengucapan akad itu adalah ungkapan yang dilontarkan oleh orang yang melakukan akad un-tuk menunjukkan keinginannya yang mengesankan bahwa akad itu sudah berlangsung. Tentu saja ungkapan itu harus mengandung serah terima (ijab-qabul).

Ijab (ungkapan penyerahan barang) adalah yang diungkap-kan lebih dahulu, dan qabul (penerimaan) diungkapkan kemudian. Ini adalah madzhab Hanafiyah. Yang benar menurut mereka adalah ijab adalah yang diucapkan sebelum qabul, baik itu dari pihak pemilik barang atau pihak yang akan menjadi pemilik berikutnya.

Ijab menunjukkan penyerahan kepemilikan. Sementara qabul menunjukkan penerimaan kepemilikan. Ini adalah madzhab mayoritas ulama. Maka yang benar menurut mereka bahwa ijab itu harus diungkapkan oleh orang pemilik barang pertama, seperti penjual, pemberi sewaan, wali calon istri dan lain sebagainya. Dan yang benar menurut mereka qabul itu berasal dari orang yang akan menjadi pemilik kedua barang tersebut, seperti pembeli, penyewa, calon suami dan lain sebagainya. Jadi pemilik pertama yang mengucapkan ijab sementara calon pemilik kedua yang mengucapkan qabul. Tidak ada perbedaan bagi mereka, siapapun yang mengucapkan ungkapannya pertama kali dan siapa yang terakhir.


(1) Ikatan itu sendiri bisa berarti kongkrit, dan itulah arti sebenarnya. Seperti dikatakan dalam bahasa Arab: “aqaddhul habl” (saya mengikat dengan tali), yakni saya ikat dan saya hubungkan antara dua ujungnya. Namun ikatan tersebut juga bisa memiliki pengertian abstrak seperti ikatan jual beli misalnya. Dapat digunakan juga untuk hal yang diharuskan seseorang bagi dirinya sendiri seperti satu pekerjaan tertentu di masa mendatang. Seperti mengikat tekad pada diri sendiri untuk harus berhaji pada tahun ini.

Sumber : http://ustadzridwan.com




Sunday, May 8, 2011

Harapan Ku. Adik Mohd Haji Man. - Founder HCRS.

May 9, 2011 | 11.55 am. Di Meja kerja. Seperti biasa aku akan duduk di meja kerja aku. Sambil memikirkan masaalah masaalah yang aku akan dan sedang hadapi. PC terpampang beberapa design yang aku kena buat.

Hajiman Chickenrice Shop sentiasa dihati. Masa depan aku ada disitu. Itu harus ku utamakan walaupun sekarang ini agak sukar. Ini adalah kerana kerja aku sebagai designer di Perodua sekarang ini menuntut komitmen yang sangat2 tinggi dari aku. Selain mendesign, aku juga ditugaskan sebagai photographer dan lain lain hal. Kerja sangat penat. Masa aku habis ke situ sahaja.

Malam pula menuntut komitmen aku pada keluarga. Adik Hafiz Ziqri yang semakin membesar, isteri aku yang sarat mengandungkan anak kedua kami, membuatkan malam ku penuh terisi. Aku ada sedikit masa jika anak lelaki aku tidor awal.

Itulah masa emas yang aku gunakan untuk aku membuat kerja2 part-time lain. Selain untuk Hajiman Chicken Rice Shop, aku juga sibuk membuat design untuk name card dan repair pc/labtop. Dua kerja ni menjamin income segera kepada aku. Kerja siap, duit masuk.

Aku bukanlah nak mengadu atau seakan akan tidak redha dengan keadaan ini, namun inilah kehidupan, jika tidak sibuk dan penat, hidup akan kosong. Semua yang aku harungi ini menyimpan seribu kemanisan. Kemanisan yang akan menjadi pemangkin kepada cita cita aku untuk menjadi seorang bisnesman yang terkenal suatu hari nanti. Insyaalah, semoga Allah akan tunjukkan jalan dan permudahkannya kepada aku. Amin Yara Bul Yaalamin.

Tak habis lagi, hari minggu aku, biasanya akan di sibukkan dengan xtvt xtvt lain seperti kelab Bolasepak Bandar Tasik Puteri, selain xtvt parti yang menjadi wadah perjuangan aku selama ini. Aku bangga untuk berkhidmad dengannya walaupun tiada bayaran yang aku dapat. Semua ini adalah untuk menuju ke jalan Allah. Semoga Allah akan merestui perjuangan aku ini. Amin.

Pelikkan, kenapa tetiba hari ni aku boleh meluahkan perasaan kat sini pulak. Bukan apa, just nak berkongsi sedikit perasaan yang aku alamai selama ini sehingga membuatkan blog aku ini yang suatu ketika dulu sangat popular dengan informasi dan ramai pengunjung yang meminati nasi ayam, tetapi kini makin malap kerana kekurangan informasi dan lambat update. Atas sebab dan alasan itu aku nekad sekali lagi untuk bangun, bangun untuk kembali sekali lagi melakukan comeback... Insyaalah...

Berbalik kepada Perniagaan Hajiman Chickenrice Shop, Rawang.

Hajiman Chickenrice Shop sekarang ni masih beroperasi seperti biasa di Pekan Rawang. Dekat ngan Mydin dan Bus Stop Rawang tu...

Setelah Enam bulan di pasaran dengan Branding baru dan nama baru, Hajiman Chickenrice Shop, nampak makin berkeyakinan. Kami mengekalkan 3 buah cawangan dengan satu mini restoran dan dua buah Kiosk.

Satu kiosk di Restoran Ali maju, belakang CIMB BANK, Pekan Rawang terpaksa ditutup atas alasan kos. Kos yang telalu tinggi amat membebankan kami. Akhirnya kami mengambil keputusan muktamad untuk tutup. Satu lagi di Up Town Bandar Country Home juga di tutup di sebabkan oleh tenaga kerja. Namun atas permintaan ramai, kami mungkin akan beroperasi semula dalam masa terdekat, Insyaalah.

Walaupun menghadapi persaingan pasaran di sekitar bandar rawang ini amat dasyat, kami berjaya mengekalkan momentem sebagai penyedia makanan nasi yang utama. Belbagai restoran dan makanan berasaskan ayam kini dibuka di sekitar rawang, namun ianya menjadi pesaing yang sihat kepada kami. Dengan adanya mereka ini, kami perlu lebih kraetif untuk bersaing.

Oleh kerana itu, satu tindakan secara kreatif akan dibuat menjelang Jun ini. kami akan membuat satu "comeback" yang akan mengejutkan pasaran nasi ayam tempatan(rawang).

Saya kini amat amat memerlukan feedback dari pembaca untuk membuat penilaian dan memberi idea idea kreatif untuk saya memajukan lagi perniagaan ini.

Harap perbincangan kita tidak habis di sini...Terima Kasih.

Berjuang untuk suatu harapan yang pasti.

Amin Yarabul Ya A Lamin.

End. 12.22 pm.